>>
you're reading...
Hardware, News, Software

Perbedaan Teknis Antara Gingerbread dan ICS

Karena kecewa dengan kabar bahwa samsung tidak akan mengupgrade Gingerbread (GB) ke Ice Cream Sandwich (ICS) di beberapa perangkat androidnya, akhirnya saya membuat postingan ini😦

Pernah memikirkan apa perbedaan dari segi teknis antara platform Gingerbread (GB) dengan Ice Cream Sandwich (ICS)? Di postingan blog ini, akan di jelaskan beberapa perbedaan segi teknisnya, dan perbedaan yang akan dialami oleh user sendiri nantinya. Dengan begitu kita bisa memutuskan apakah ICS cocok untuk kita atau mungkin tetap bertahan dengan GB. Mungkin anda akan lebih suka dengan User Interface (UI) di ICS, atau mungkin juga anda lebih memilih kestabilan milik GB? Baca lebih lanjut!

Seperti yang anda tahu, kami terus meng-infokan kepada anda tentang progres kerja kami dalam upgrade ICS, dan mulai memberitahukan kepada anda bagaimana cara agar rilis software terbaru dari Google bisa bekerja dengan baik di Xperia™ smartphones seperti dalam artikel Ice Cream Sandwich – from source code release to software upgrade. Kemudian kami luncurkan ICS alpha dan ICS beta untuk upgrade berikutnya.

Bagaimanapun juga, meskipun ICS masih baru dan punya sisi menarik dalam berbagai hal, kami ingin agar anda semua sebagai pengguna untuk memastikan pilihan anda ketika harus memilih Android™ software apa yang akan dipakai. Sebenarnya kami dengan bangga mengatakan bahwa GB sangatlah stabil dan punya performa sangat bagus, jadi bukanlah ide buruk untuk tetap di GB jika prioritas anda adalah kestabilan. Dalam artian, ICS lebih intensif, contohnya dalam penggunaan memori. Pengaruhnya smartphone akan lebih mampu, aplikasi-aplikasi dari Sony sendiri, dan juga aplikasi-aplikasi Google Mobile Services (GMS), akan semakin canggih, yang artinya memerlukan CPU bekerja lebih keras, menjalankan proses networking lebih banyak, dan penggunaan RAM yang lebih besar. Di lain sisi, ICS memiliki UI lebih halus dan fitur-fitur baru.

Fitur-fitur baru di ICS

Dipandang dari sudut UI, ICS dilandasi oleh tampilan baru dan rasa baru, tema Holo. Untuk mengakomodasi tampilan baru Android, kami memutuskan untuk memberikan sentuhan lanjutan terhadap asset kami, jadi asset pada tema Holo tak bias diganti dengan cara apapun seperti dinyatakan dalam Android Compatibility Definition Document (CDD). Tampilan baru ini ditambahkan dalam layer platform dan layer aplikasi. Setelah dihitung-hitung, sudah ada lebih dari seribu ikon yang dimodifikasi. Sebagai tambahan, kami telah menanamkan beberapa wallpaper baru dan background aplikasi, yang akan lebih menyeleraskan dengan struktur grafik ICS yang lebih datar.

Di ICS, manajer aplikasi memiliki UI yang benar-benar baru, dimana semua aplikasi yang sedang berjalan akan ditampilkan sebagai thumbnail dalam bentuk daftar. Untuk menutup sebuah aplikasi, caranya mudah saja dengan menggesernya keluar dari daftar. ICS juga memperkenalkan aplikasi pengenal wajah sebagai salah satu cara membuka smartphone, disebut Face Unlock. Face Unlock menggunakan kamera depan dan algoritma pengenala objek. Ini sudah dimasukkan dalam upgrade ICS untuk semua smartphone yang memiliki kamera depan.

Daftar kontak akan menunjukkan lebih banyak informasi, termasuk apdate-an dari jejaring social. Di kalender, telah ditambahkan peng-kode-an warna dan sekarang bias untuk di-zoom. Dan juga sudah ada jenis pesan suara baru yang lebih visual, menawarkan transkrip dari pesan-pesan suara.

Kalau bicara soal ICS, itu adalah peningkatan besar di Android™, dan ada begitu banyak hal yang berubah disbanding GB. Beberapa dari perubahan ini mempengaruhi performa dan kestabilan system, contohnya pemakaian yang lebih besar pada CPU dan RAM. Sekaran kami mengadaptasikan ICS agar bias berjalan pada smartphone Xperia™ edisi 2011, yang kesemuanya dirakit pada platform Qualcomm dengan single core dan RAM 512MB. Ini berarti dalam beberapa hal, penggunaan sumber daya di ICS mempengaruhi system dan pengguna nantinya akan merasakan bahwa ini tak sebagus saat masih memmaki GB. Di bagian berikut akan menjelaskan beberapa area penting letak perbedaan antara ICS dan GB.

Pemakaian RAM yang meningkat

Secara umum, bias dibilang bahwa RAM adalah memori yang bekerja pada smartphone, digunakan oleh proses yang sedang berjalan, berbeda dengan flash memory, yang biasa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Seperti yang anda sudah pahami, ini adalah penjelasan sederhana dan mungkin tidak sepenuhnya berlaku dalam beberapa kasus. Bagaimanapun juga, setidaknya itu bisa membantu  memahami perbedaan antara RAM dan flash memory pada sebuah smartphone. Untuk melihat berapa banyak RAM yang sedang terpakai, buka Setting >> Aplikasi pada smartphone Xperia™ anda.

Sekarang, mari kita lihat bagaimana RAM digunakan. Smartphone Xperia™ 2011 memiliki RAM 512MB, sementara pengembangan ICS ditargetkan untuk smartphone yang memiliki RAM 1GB sperti yang disebutkan diatas. Dengan RAM yang 512MB itu, sepertiganya digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi yang membutuhkan slot memori terdedikasi agar bisa berjalan lancar. Sebagai contohnya, inilah yang untuk beberapa fungsi multimedia. Kapasitas yang tersisa, kurang lebih 340MB disediakan untuk pengguna, seperti dijelaskan dalam Android Compatibility Definition Document (CDD).

Hal menarik lainnya adalah ada banyak aplikasi yang menggunakan RAM lebih besar di ICS. Contohnya, web browser lebih intens, dari pengukuran kami menunjukkan aplikasi ini menggunakan RAM 20-30MB lebih besar dibanding saat masih di GB. Logikanya, adanya peningkatan juga membutuhkan pemakaian RAM yang lebih besar.

Ilustrasi pemakaian RAM

Ketika pemakaian RAM sedang banyak, misalkan hanya tersisa kira-kira 40MB, pengelola aplikasi mulai menutup beberapa proses tergantung prioritasnya. Pertama, mematikan idle background. Yang paling terakhir ditutup adalah aplikasi foreground (aplikasi yang dijalankan oleh kita). Singkatnya lihat tabel dibawah ini. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi Android developers. (Harap diingat bahwa semua penjelasan yang membahas soal pemakaian RAM adalah perkiraan dan mungkin berbeda tergantung model smartphone dan metode pemakaian.)

Tabel diatas menunjukkan tipe-tipe proses yang berbeda. Ketika kekurangan RAM, pengelola aplikasi mulai mematikan proses-proses itu dimulai dari bawah menuju ke atas, jadi proses yang terakhir dimatikan adalah foreground lalu persistent.

Proses yang sudah dimatikan sudah pasti akan berjalan lagi ketika pengguna membuka aplikasi itu lagi, yang artinya akan memakan waktu dan memperlambat system. Contohnya, ketika memainkan game berat (Game HD, etc) yang biasanya memakai semua RAM yang tersisa, pengelola aplikasi dipaksa untuk mematikan semua proses yang berjalan di background. Mungkin juga termasuk dialer dan bahkan aplikasi Home screen. Saat anda keluar dari game yang anda mainkan itu, ada resiko bahwa smartphone anda terasa lambat, karena aplikasi Home screen harus di re-start lagi, dan akan sama seperti di aplikasi yang akan anda buka nantinya.

Interaksi yang lebih lambat dengan SQL database

Satu lagi perubahan di ICS disbanding GB adalah bahwa Google telah memindahkan banyak SQL Handling dari tempat aslinya ke Java layer. Dalam studi internal, kami telah melihat bahwa operasi baca dan tulis ke SQL database memakan waktu lebih lama, akibatnya memperlambat aplikasi. Banyak aplikasi yang menjalankan rentetan operasi SQL saat mulai berjalan, yang akibatnya berpengaruh besar pada waktu start-up.

Berdasarkan latihan, operasi database atau request http semestinya tidak dijalankan di thread utama. Tapi, kita tahu bahwa ada beberapa aplikasi yang menjalankan operasi seperti ini langsung di thread utama, yang menyebabkan operasi lain terhalangi. Juga, sekarang ketika membaca feedback di market tentang software ICS, kami melihat komentar-komentar orang-orang yang mengalami masalah pada beberapa game atau aplikasi.

Jika sebuah operasi terlalu banyak makan waktu, ada resiko bahwa terjadi  Application Not Responding (ANR). Sebuah ANR terjadi  ketika sebuah aplikasi dalam batas waktu tertentu tidak menjawab sebuah Intent (perintah), atau tidak merespon input event. Untuk Intent, batas waktunya adalah 5 detik. Untuk input event (contoh: sentuhan di layar atau klik tombol) batas waktunya 10 detik. Akibatnya pengguna akan merasa smartphone-nya menjadi lambat dan kurang stabil dikarenakan lambatnya waktu respond an meningkatnya ANR.

Memperkenalkan akselerasi hardware

Masih ada lagi perubahan di ICS, yaitu akselerasi hardware (HW) grafik sudah diaktifkan secara otomatis untuk semua aplikasi dari API level 14. Untuk aplikasi yang levelnya dibawah itu, akselerasi bisa diaktifkan di manifest dengan atribut android:hardwareAccelerated=”true”. Akselerasi HW artinya yaitu GPU digunakan untuk me-render grafik, yang bisa membuat UI jadi lebih halus. Tapi itu malah memaksa memuat lib grafik tambahan untuk aplikasi tertentu yang akhirnya juga menambah pemakaian RAM.

Ketika kami melakukan test internal pada aplikasi bawaan kami (Sony-ed), ditemukan bahwa aplikasi Setting/Pengaturan memakai RAM 1-2MB lebih banyak, dan sebenarnya butuh waktu lebih lama untuk berjalan bila memakai akselerasi HW dibanding  tanpa akselerasi. Saat aplikasi sudah berjalan, UI-nya sudah ter-akselerasi HW, bila aplikasi itu tak didukung grafik yang canggih maka pengguna takkan bisa melihat perbedaannya.

Satu lagi efek dari akselerasi HW adalah bisa membuat batere lebih cepat terkuras dalam hal tertentu. Contohnya saat memainkan video, saat itu akselerasi HW memaksa setiap video frame untuk dijalankan melalui GPU, akibatnya akan menjadikan system menggunakan power lebih besar dibandingkan tanpa akselerasi HW.

Sebagai pengembang, maka anda silahkan mengevaluasi apakah akselerasi HW diperlukan atau tidak, terkait dengan masalah pemakaian RAM, waktu start-up dan bahkan masalah durasi batere yang bisa berefek negatif pada pemakaian pengguna. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang akselerasi HW pada ICS di Android Developers blog.

Jadi, platform apa pilihan anda? Apakah anda akan mengejar fitur-fitur baru di ICS atau lebih mengutamakan kestabilan dan tetap bertahan di GB?

Sumber : http://blogs.sonymobile.com/wp/2012/03/30/learn-about-the-technical-differences-between-gingerbread-and-ics/

About Gootekno

Write to share, to increase knowledge and friendship

Discussion

7 thoughts on “Perbedaan Teknis Antara Gingerbread dan ICS

  1. Pesaing terbesar Blackberry😀
    kalo dari GB bisa upgrade ga ke ICS ?

    Posted by Pulsa Shop | 24-06-2012, 5:13 pm
  2. tapi di sini bisa kok… untuk galaxy W http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=1576874

    Posted by dina | 08-08-2012, 6:01 am
  3. nice gan..
    emnk btuh spek high bwt perform high..
    cba aj galaxy w dual core..

    dina :
    itu custom rom isi nya mah GB cma beda icon n sdkit perform..
    d sni yg d bahas stok rom..

    Posted by chandra | 09-10-2012, 2:36 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: